Nabi Muhammad saw bersabda, “Seandainya kamu berserah diri kepada Allah dengan sebetul-betulnya berserah diri kepada-Nya, tentu dia berangkat pagi dalam keadaan kempis perutnya dan pulang pada sore hari dalam keadaan penuh perutnya“
Kalimat yang di atas penuh makna ketika penulis pertama kali membacanya, penulis langsung teringat tugas akhirnya. Dimana lika-liku dalam menjalankan tugas akhir sangatlah cukup banyak, terkadang kita hampir menyerah dibuatnya. Tapi kalimat di atas membuka sedikit secercah harapan, untuk bisa lanjut mengerjakan skripsi.
Dari kalimat di atas penulis melihat ada sebuah proses membuat perut penuh, dimana dimulai dari berangkat pagi sampai sore hari. Dari pagi sampai sore ini lah yang disebut proses, jika A berhenti di siang hari karena panas yang menyengat apakah A dapat bisa perutnya penuh? Tentu tidak, malah masih mendapatkan perut kempis alias tak dapat apa-apa.
Itu semua sama halnya dengan tugas akhir, kita harus melewati sebuah proses untuk mendapatkan gelar sarjana. Mulai dari mengajukan proposal judul tugas akhir sampai seminar tugas akhir. Tapi proses untuk menuju gelar sarjana cukup menguras isi otak dan fisik karena banyaknya rintangan yang menghadang. Proses itu akan membentuk karakter anda, membangun mental dan pikiran anda serta menguji uji kesabaran anda
Nah biasanya kita menyerah dalam proses itu, kita ‘mutung’ atau ‘ngambek’, menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain dan lain-lain. Penulis pun juga mengalami demikian tak hanya anda saja, tapi semua orang bahkan professor pun juga mengalaminya, cuma mereka terus berjuang dan berusaha untuk melewati proses itu.
Nah bagaimana jika tekanan datang bertubi-tubi? Kuncinya cuma satu, cintailah proses itu, terus berusaha dan jangan lupa untuk berserah diri kepada Allah swt berdoa meminta petunjuknya dan dikuatkan diri kita untuk menghadapi tekanan itu.
NB : Jeleknya tulisanya? Aku rasa begitu masih kacau, perlu perbaikan sana sini. Mungkin karena aktivitas menulis saya yang turun drastis karena dirampas tugas akhir.