Banyak narablog-narablog Indonesia membunuh blog mereka sendiri, bukan dari gangguan pihak ke 2 tapi justru dari narablog itu sendiri. Mereka terlena dengan dompet adsense tebal dan banyaknya jumlah page views, padahal ada yang lebih penting dari itu semua yaitu pencitraan blog.
Berikut ini akan kami jelaskan secara tuntas, kebiasan dan model yang dapat membunuh pencitraan blog anda dan bagaimana solusi menyelesaikan masalah itu. Don’t go away.
Plagiat adalah pembunuh nomer 1 blog anda, ketika melakukan plagiat mungkin niatnya adalah untuk sharing artikel bagus, tapi justru itu malah membunuh anda dan blog anda. Kekreatifan anda dalam hal menulis semakin buntu dan brand blog anda tercoret dengan dengan konten isi artikel plagiat.
Blog adalah salah satu media informasi terbesar dan diakses dengan bebas, setiap hari pengunjung datang dan pergi. Jutaan informasi bisa kita dapat secara mudah. Tinggal ketik keyword jutaan informasi telah kita dapat dengan cepat. Kenyataanya sering kita dapat ada informasi yang diberikan satu sama yang lain sama, dan membosankan ini disebabkan banyaknya narablog yang melakukan plagiat. Plagiat membuat ragam informasi semakin tak berkembang dan membosankan.
Jadi stop plagiat, cobalah anda menulis dengan pikiran anda sendiri dan gaya bahasa sendiri, dengan begitu blog anda mempunyai karakter yang unik.
Blog penuh iklan membuat branding blog anda turun drastis, mungkin anda berharap dengan iklan penuh 1 halaman penuh membuat kantong anda penuh. Sayangnya tidak begitu, pengujung malah memberikan statemen empunya blog money oriented.
Perlu diketahui banyaknya iklan juga membuat lamban blog anda, karena pengunjung harus menunduh javascript. Dan perlu diinggat masih banyak pengguna internet di Indonesia menggunakan jasa warnet yang terkenal lambat.
Solusi terbaik adalah berikan sedikit 1 atau 2 iklan, letakan di tempat strategis dan bangun brand blog anda.
Hobi menembak keyword juga akan membunuh blog anda, walaupun tak secepat plagiat dan banjir iklan tapi dapat memberikan dampak negatif ke depan.
Mungkin dengan menembak keyword kita akan mendapatkan new visitor dan meningkatkan page view, tapi di balik itu semua bila sering nembak keyword dengan isi artikel out of topic, siap-siap bounce rate anda tinggi. Apakah anda tahu bounce rate? Bounce rate adalah rata-rata pengujung yang sekedar mampir sesaat, open, close and bye.
Selain itu kevalidtan atau kebenaran data anda diragukann oleh pengujung, blog anda bisa dicap blog asal-asalan karena hobi kita yang nembak keyword.
Solusinya adalah hilangkan kebiasaan nembak keyword dengan konten artikel yang out of topic, karena sebagai narablog kita tidak ingin tulisan kita tak dibaca dan tulisan kita dianggap tidak valid.
Sebagai narablog kita harus menjunjung tinggi etika blog dan menulis, walaupun tak tertulis selayaknyalah kita tetap menjunjungnya. Kebiasan buruk seperti plagiat, banjir iklan dan nembak keyword, karena semua itu untuk melestarikan keberagaman informasi Indonesia dan brand blog anda.
tukeran link mas. .
yang dulu udah tak rubah reloaded
wah infonya keren mas…
makasih banyak buat semua infonya…
salam kenal….
Kalau tulisan nya terlalu serius kan g enak juga untuk dibaca
Semua poin yang dijelaskan saya setuju, kecuali yg mengenai masalah EYD, karena ada juga blog yang bahasanya bukan bahas formal, namun ia bisa memberikan kesan professional. Yang jelas siy sebaiknya harus tetap bisa dimengerti oleh pembaca, meski bahasahnya adalah bahasa sehari2.
BTW, kata summary sepertinya bukan EYD deh.
#Camera : Salam kenal.
#Fadhli : Iya juga sih.
#Rismaka : Nah benar kata mas tentang kesan profesional itu yang lebih saya tekankan tapi lupa aku tulis di blog ku. Untuk summary, no comment
wah untuk urusan EYD saya juga masih jarang saya pakai, kebanyakan yang saya tulis diblog saya itu cuma kata2 yang terlintas dipikiran saya aja tanpa mengubah penulisannya lagi, hhehe . .
intinya sih ngeblog tuh apa adanya aja…
pasti jauh lebih bermakna buat kita sendiri
#Fhontie : Hehe tak apa2 sih lagian juga gak terlalu penting, cuma untuk blog yang berkonsep profesional agaknya udah penting.
#Rime : Iya juga betul mbak.
Wah, mantap artikelnya gan!
Ane juga dari dulu berusaha untuk tidak menjadi plagian dan menggunakan EYD dan tidak nembak keyword …
Klo EYD sih masih ane pelajarin gan, kebetulan ane baru lulus SMA, jadi bagus juga untuk panduan!
Banyak yang bahas EYD nih. Hehe
Menurut saya juga gak perlu terlalu EYD mas. Blog kan juga sarana untuk berbicara, tapi dalam bentuk tulisan. Gaya bercakap-cakap jadi lebih personal.
Salam kenal mas.
Buat saya, bahasa yang sedikit baku bisa membantu kalo tulisan kita ditraslate menggunakan google translate. Tapi kalo mengginakan EYD susah juga ya penerapannya ( secara saya bukan ahl bahasa ).
Setuju! Tulisan yang ‘kaya’…
Bagiku, tindakan untuk tidak membunuh blog adalah dengan menulis dan menulis
Mengapa selalu banyaknya iklan yang dikeluhkan? Mengapa tidak diedukasi saja para pengguna agar menonaktifkan beberapa setelan di sisi peramban Webnya? Jika tidak suka iklan, ya disable saja iklan atau javascript-nya.
Jika situs lambat dibuka, maksimalkan men-disable fitur yang tidak perlu. Jika Internet memang lambat, salahkan provider. Atau terimalah nasib.
Anggaplah berpencaharian di Internet adalah hak asasi.
Sepertinya banyak topik serupa ini dalam bahasa Inggris. Yang ini memang agak beda.
Sedang disable image. Lho, mana tombol submit komentarnya? Tab+enter.
saya sangat setuju dengan point² yang anda utarakan mas
salam kenal, oia saya baru pertama berkunjung di blog ini
#Argado : Hehehe pokoknya yang paling utama jangan plagiat dah, untuk point selanjutnya adalah keprofesionalan.
#Agung Prasetyo : Iya juga sih, cuma klo blog yang mau digarap secara profesional itu penting.
#DV : Makasih setuju dengan tulisan ku.
#Dani : Hehe benar juga, tapikan rata2 pengunjung juga tak paham bagaimana disable iklan yang penting dapat informasi.
#Adhie : Hehehe
#Gus Ikhwan : Makasih telah berkunjung
Menanggapi Mas Dani sekalian :p
Lha kalau iklannya adalah text link atau gambar (misal dari TLA atau BSA). Saya jadi teringat kasus pada smashingmagazine. banyak desainer top yang menjadi kurang respek gara-gara tampilan situs terkesan berantakan dan penuh iklan. Mungkin kompensasinya adalah SM mampu membayar tulisan-tulisan yang sangat berkualitas. Tetapi kita pasri ingat sebuah artikel yang membahas konten dan desain..
Saya setuju dengan Mas Dani, berpencaharian di Internet/blog adalah hak asasi. tetapi jika kualitas blog menurun gara-gara hal-hal tersebut (disamping :p) siap-siaplah kehilangan pengunjung yang berarti oportuniti andapun berkurang
Mas Rauff,
jarang pengguna yang tahu cara disable iklan? Ya memang butuh edukasi dong. Tugas Mas Rauff dkk. Bukan sekadar mengeluhkan (juga) iklan-iklan itu.
Mas Ardian,
saya pakai disable image ditambah pengaya adblock-plus dan noscript di fx. Bisa dikustomisasi lebih lanjut. Kehilangan pengunjung? Nyatanya sekelas detik.com tetap ramai, walau bukan saya dan Mas Ardian pengunjungnya.
plagiat tuh paling ane benci, pengalaman yg capek2 kita tulis, dicopas juga, setiap manusia kan punya pengalaman sendiri yang unik dan berbeda, kenapa musti dicopas? hahaha… jadi curcol nih…
Dani
Haaadoooh perlu seminar keliling Indonesia donk
Hanifmahadi
Kenapa musti dicopas mungkin untuk koleksi bacaanya.
poin2 yang anda beri adalah habit kebanyakan blogger di Indonesia. Salam!