Big, Clean and Friendly

Masalah Itu Seperti Garam

Bukan hidup namanya kalau tak ada masalah, kita menjadi dewasa karena masalah jika masalah tak ada maka kerdilah kita. Masalah sudah menjadi bagian hidup kita, kita tak bisa menghindarinya. Mencoba menghindaripun percuma karena kelak akan datang lagi.

Tapi terkadang kita tak menyadari bahwa masalah bisa menjadi berkah, karena ketika kita berani memecahkan sebuah masalah berarti kita telah dapat menyelesaikan masalah yang sama kelak. Bayangkan kalau kita lari dari masalah, tentu ketika masalah yang sama datang bingunglah kita.

Ada seorang anak mengadukan masalah ke pada orang tuanya, tentang masalah skripsinya. Dimana situasi dan kondisi tak mengdukungnya. Tapi orang tua berkata, “ambilah garam dan segelas air, adulah dan minumlah!” Apa yang kamu rasakan, asin rasanya bahkan si anak tak sanggup untuk meneguknya.

Ke esokan harinya orang tua mengajak si anak ke danau dengan air bersih, bening dan segar. “Lemparkan garam ini ke danau semampu mu dan minumlah!” Si anak tersenyum, karena masih bisa merasakan segarnya air danau yang dilempar garam. Tapi si anak masih belum mengerti apa yang orang tua maksud.

“Garam itu ibaratnya masalah, dan air adalah kamu.”

Ketika pikiran, jiwa dan harapan kita kerdil dalam memecahkan masalah, minum air + garam di dalam gelas. Asin, asinya terasa sampai kita tak mampu meminumnya. Kebalikanya ketika pikiran, jiwa dan harapan kita besar, niscaya rasa asin itu tak akan menyentuh lidah mu.

Ada tiga faktor dalam memecahkan masalah, yaitu pikiran, jiwa dan harapan. Pikiran adalah pusat ide-ide kita, bagaimana kita memecahkan masalah ini, solusi seperti apa yang harus saya lakukan. Pikiran kita harus besar, karena kita harus melihat sekitar atau bahkan kembali ke masa lampau untuk mendapatkan sebuah solusi. Lebarkan sayap pikiran mu niscaya semakin banyak anda menyaring solusi-solusi yang ada.

Jiwa adalah roh manusia yang mengendalikan hawa nafsu, tak seperti pikiran yang mengandalikan fungsi tubuh. Berjiwa besar berarti sanggup menghadapi kondisi seperti apapun dan ikhlas mendapatkan hasil yang didapat. Ikhlas dan bermental bajalah anda, walaupun harus menangis menghadapinya segera bangkitlah dan hajarlah. Jangan sampai tertekan oleh keadaan, karena ketika anda selalu merasa tertekan akibatnya fatal yaitu anda bisa gila.

Harapan adalah sesuatu yang membuat kita biasaa bertahan didalam rintangan, jangan lupa untuk hanya selalu berharap kepada Allah swt, karena ditanganNya hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Karena itu teruslah berdoa hanya kepadaNya agar anda dikuatkan dan dimudahkan dalam menghadapi masalah anda.

NB : Tulisan ini saya persembahkan kepada semua orang yang lagi bertahan menghadapi skripsinya, jangan menyerah dan selalu berusaha. Penulis doa’kan agar skripsinya cepat selesai. Amin.

banner ad

3 Responses to “Masalah Itu Seperti Garam”

  1. z4wil says:

    Makasih atas nasehatnya gan…

    Semoga ALLAH SWT membalas dengan kebaikan.

  2. FaDhLi says:

    Kunjungan di pagi hari… :lol:
    amin… semoga jg q bsa bertahan di semua rintangan..

Leave a Reply

Powered by Wordpress | Designed by Elegant Themes