Big, Clean and Friendly

Mengerjakan Tugas Akhir Belajar Dari 3 Hal Ini

Tugas Akhir memang sulit, tak semudah membalikan telapak tangan begitu juga yang penulis alami. Banyak rintangan yang menghadang, ketika rintangan menghadang kita harus berani menghajarnya walaupun sangat menyakitkan.

Tapi terkadang ketakutan itu muncul juga, ketakutan sudah menjadi fitrah manusia, semua manusia pasti pernah merasakan takut tapi untuk menghilangkanya kita harus bangkit dari rasa ketakutan itu biar dapat menerjang rintangan yang menghadang kita selama ini dan mempersiapkan diri untuk menghadapi rintangan berikutnya.

Penulis sering menjelaskan kepada teman-teman kuliah ku perlu adanya tindakan untuk memulai mengerjakan tugas akhir walaupun hanya mendapatkan 1 paragraf. Tapi mereka bertanya darimana harus memulainya, karena keraguan dan ketakutan masih ada di hatinya?

Penulis kembali bertanya kepada mereka, apa niatan awal anda memulai tugas akhir? Apa sebenarnya tujuan anda mengerjakan tugas akhir? Sekedar ikut-ikutan, ingin cepat lulus atau mau membahagiakan orang tua? Jadi ingatlah tujuan akhir anda dan ada baiknya anda menanamkan itu sebagai target besar yang menantang.

Belajar dari Seorang Bayi

Tugas akhir ibaratnya adalah bayi yang sedang belajar berjalan, bagi bayi berjalan adalah sebuah target yang besar dan menantang. Mereka belajar berjalan dengan penuh tangisan karena jatuh bangun untuk dapat belajar berjalan, sekali mereka jatuh sekali lagi mereka mencoba, berkali-kali mereka jatuh, berkali-kali mereka bangkit sampai akhirnya mereka dapat berjalan.

Belajar dari Seorang Bayi

Bagaimana dengan anda, apakah anda seperti mereka? Terkadang semangat tempur kita untuk mencapai target atau impian kita kalah dengan seorang bayi. Seorang bayi tak pernah menyerah untuk belajar berjalan, sedangkan kita terkadang gagal 1 kali sudah menyerah dan enggan untuk berjuang lagi.

Proposal tugas akhir ditolak langsung menyerah dan nyali langsung ciut. Penulis juga pernah merasakan proposal ditolak memang menyakitkan tapi bagaimanapun juga saya harus bangkit untuk memulai menulis proposal baru lagi. Bukan hanya anda saja yang merasakan bagaimana rasanya proposal ditolak atau hal-hal yang menghambat anda tapi masih banyak orang di luar sana juga merasakanya.

Jika anda masih merasakan kesulitan memulainya, contohlah seorang bayi lagi mereka belajar berjalan dengan meraih apa saja yang ada di dekatnya seperti meja, bangku untuk membantunya belajar berjalan. Begitu juga dengan anda, mulailah apa yang anda mampu, yang penting ada sebuah usaha untuk memulainya.

Belajar dari Anak Kerang

Anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh kepada induknya. Sebutir pasir tajam bagai belati memasuki tubuhnya, dia merana kesakitan setiap hari. Ibunya berkata kuatkan hatimu nak, ibu tak bisa membantu karena kita tak punya tangan, maka kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu. Tegarkan jiwamu melewai rasa nyeri yang menggigit dan balutlah pasir itu dengan getah perutmu agar rasa sakit itu sedikit menghilang.

Menuruti nasehat ibunya si kerang kecil mencoba bertahan sampai besar, tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus, bulat dan rasa sakit pun semakin berkurang. Mutiara itu terus semakin terbentuk. Kini.bahkan rasa sakitnya pun terasa biasa. Dan ketika masanya tiba, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap dan akhirnya terbentuk dengan sempurna.

Mutiara

Kerang kecil itu berhasil mengubah pasir menjadi mutiara dan penderitaanya berubah menjadi mahkota. Begitulah dengan tugas akhir banyak kesulitan yang kita hadapi, tapi sebenarnya kesulitan, tantangan, derita dan semua yang menghambat tugas akhir kita adalah sebuah proses untuk membuat diri anda menjadi pribadi yang sempurna.

Apa jadinya bila kerang kecil tadi menyerah dalam deritanya? Apakah kerang kecil tadi bisa mendapatkan mahkota? Begitu juga dengan tugas akhir kita, jika kita menyerah karena derita yang sesaat selamanya kita tak akan mendapat sebuah mahkota yang membanggakan diri anda sendiri dan orang lain.

Belajar dari Seorang Narablog

Narablog atau blogger adalah orang yang patut anda contoh, mereka berani mendokumentasikan apa yang mereka alami dan ilmu yang pernah mereka pelajari. Mereka telah menyebarkan informasi secara cuma-cuma untuk meramaikan informasi di dunia maya. Tanpa mereka sandari sebenarnya mereka telah membangun brand dia sendiri dengan tulisan-tulisan yang telah mereka buat, hingga akhirnya mereka mendapat uang dari jerih payah tulisan-tulisan mereka.

Belajarlah dari mereka, dokumentasikan apa yang telah anda kerjakan walaupun itu kecil karena suatu saat pasti anda dan orang lain membutuhkannya. Jadi anda telah meringankan beban seseorang yang sama mengerjakan tugas akhir seperti anda dan anda telah menambah informasi di dunia maya.

Summary

Kesimpulan dari artikel ini adalah jangan menyerah untuk meraih cita-cita anda untuk segera menyelesaikan tugas akhir, karena orang tua menunggu anda di rumah dengan harapan anda cepat meraih gelar sarjana. Dan jangan lupa untuk mendokumentasikan ide-ide anda, itu adalah salah satu cara untuk mewujudkan apa yang ada di pikiran anda. So tetap semangat yaa :)

banner ad

Leave a Reply

Powered by Wordpress | Designed by Elegant Themes